Pages

Sabtu, 05 Desember 2020

Agar Hafalan Tidak Hanya Sampai Di Kerongkongan

 Jumat, 4 Desember 2020

KAJIAN FGQ

AGAR HAPALAN TIDAK HANYA SAMPAI DI KERONGKONGAN

Acara dimulai pada pukul 19.50 WIB

Tilawah Oleh : Zahra (19.50-19.54 WIB)

Sambutan Founder : Mbak Dwi (19.54-20.00 WIB)

Pr besar bagi ummat ini adalah kurang masuknya qur’an ke dalam jiwa. Jarang kita temukan para politikus hapal Al-qur’an, kita harapkan para penghapal qur’an ini bisa terjun ke berbagai ranah. Kita punya anak-anak yang besar di mata dunia dan juga akhirat. Bagaimana agar anak-anak kita tak hanya punya nama besar di dunia tapi juga di penduduk langit. Bagaimana agar anak-anak kita kelak dapat membawa kegemilangan Islam yang lama tumbang. Jadi di FGQ tidak hanya ingin sekedar hapal, tapi kita ingin melahirkan generasi-generasi itu. 

Materi: Ummu Faa’iqoh (Mahasiswa Universitas Al-azhar): 20.30-21.05

Akan lebih baik kalua kita tidak hanya dihapal, tapi di tadabburi dan diamalkan. Kalau Al-qur’an sudah sampai di hati pasti akan otomatis mengamalkan.

Tips untuk yang sedang proses 30 juz atau murajaah, tipsnya:

Niat, harus Ada tujuan. 

Kita menghapal untuk membahagiakan orangtua. Tapi harus di tadabburi agar bisa diamalkan. Kadang niat sudah, tapi istiqomahnya yang cukup butuh berjuang, seringa da kata futur. 

Lingkungan

Kadang ada yang tanya, karena dia bukan dari lingkungan pesantren, lalu bertanya-tanya apakah bisa hapal Al-qur’an? Jadi kita harus punya lingkungan.

Ada target

Untuk membuat kita semangat terus, kita lihat terus motivasi dari banyak penghapal qur’an yang umurnya masih kecil, atau keterbatasan secara fisik.  


Jadi Al-qur’an itu bukan Cuma di hapal, sampai hati. Bukan Cuma diinget aja, tapi harus tau maknanya, kandungannya. Yang terpenting lagi, kalua kita sudah punya hapalan, kita harus punya tanggung jawab. Kalua sudah memilih jalan penghapal qur’an, murajaah adalah perjalanan seumur hidup. Kalua masih ada yang merasa kesulitan, kita itu masih Allah beri kesempatan. Kita harus punya teman yang saling support. 

Kita niatkan, lalu berprogress. Jadi jangan cuman di hapal. Misal gak boleh ngebentak, jadi kita amalkan. 

Q & A

Bagaimana menurut kakak Ketika ada yang menghapal Al-qur’an, tapi akhlaq nya tidak sesuai dengan Al-qur’an.

Menghapal Al-qur’an harus dimulai dari niat dan tujuan. Memang ada yang belum mencontohkan akhlaq Al-qur’an, tapi kita tidak boleh men-judge. Kalau menghapal tapi akhlaq nya belum mencontohkan, mungkin perlu diperhatikan Kembali niatnya. Tentang akhlaq, bukan tugas kita sebagai manusia untuk menilai. Kalau dia benar2 paham tentang nilai Al-qur’an, maka dia akan mengamalkan berupa akhlaq.

Perjalanan masuk ke al azhar?

Banyak yang bertanya2, gimana cara menghasilkan uang lewat jurusan tafsir? Komentar manusia kadang ada yang menjatuhkan ada juga yang justru memotivasi. Asalkan kita punya niat dan tujuan, jangan pernah takut dengan perkataan orang. Kalua ada yang komentar negative hiraukan saja.

Perjalanan masuk Al-azhar

Saat SD 6 tahun dapat 2 juz, saat SMP masuk ke pesantren tapi gak bisa masuk program takhassus karena ustadzah termasuk yang agak lambat menghapal, jadi masuk ke program yang biasa. Oleh ustadzah halaqoh di targetkan 7 baris sehari. Awalnya kesulitan, tapi lama-lama jadi dimudahkan. Lalu di kelas 3, dimasukkan ke takhossus. Pas takhossus baru bisa menghapal 1 halaman karena ngerasa punya tanggung jawab. Sempat merasa down, lalu dikuatkan dengan nasihat bahwa ada Allah yang akan menolong. Semua itu butuh proses, kalau memang tahun depan, dimulai saja dari sekarang

Bagaimana cara menjaga hapalan di era seperti ini, dengan kondisi lebih banyak melihat HP? 

Kalau kita sudah punya rasa tanggung jawab dan kewajiban insyaa Allah kita akan bisa. Ditargetkan, ditempel biar selalu ingat, inget kalau punya kewajiban.


“Kita semua butuh proses untuk menjadi lebih baik lagi. Tidak boleh saling menjatuhkan”



Tidak ada komentar:

Posting Komentar