Pages

Tampilkan postingan dengan label Ustadz. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ustadz. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juli 2019

Notulensi Berbagai Macam Pelatihan dan Kajian

Ust. Asep-Trainer Hipno Komunikasi & NLP 260217 @Isola Resort

-Pertama buka hati dan pikiran
-Hipnotis pengembangannya hipno komunikasi, hipno terapi, dll
Intinya hipno komunikasi
1. Bagaimana mempengaruhi bawah sadar orang lan
2. Mematahkan penolakan
-Cara belajar hipno ada 2: skrip dan struktur
-Otak kita terbagi menjadi:
Berpikir/otak sadar=consius (hanya beberapa jam dipakai setiap hari)
Refleks/otak bawah sadar=anconsius (dominan dipakai setiap hari)
-Hipnotis lebih luas, NLP lebih kecil lingkupnya
-Antara otak sadar dan bawah sadar ada faktor logik/critikal factor, wilayah ini yang digunakan untuk hipnotis
-Ciri yang terhipnotis: tidak melakukan klarifikasi dan tidak bisa membedakan imajinasi serta realita
-Berarti keseharian kita seringnya terhipnotis, ya tapi ada yang bagus dan ada yang tidak
-Dalam hipno komunikasi yang ada adalah kawan bicara, bukan lawan bicara
-Keunggulan hipno komunikasi: elegan, sugestif, tidak mengajari
-Dalam hipno komunikasi yang penting adalah tujuan
-Rumus MRL
Maching=samakan
Rapport=akrab
Leading=arahkan
-Manusia indonesia, menganalisa pakai logika sedangkan eksekusi pakai perasaan
-Maching itu kita memperlakukan seseorang sesuai dengan kepribadiannya, misalnya: lawan bicara kita koleris, sedangkan kita sanguinis maka penyampaiannya harus seperti meminta pertimbangan yang penting tujuan komunikasi kita tercapai
-Ciri sudah rapport: bahasa tubuh sama, ada chemistry, sesuai pikirannya
-Sensory acutty/ kemampuan rasa atau kepekaan: melihat, mendengar, merasakan
-Ketika sudah peka maka kita akan menemukan hot button/titik lemah seseorang



Kepada Siapa Amalmu Dipamerkan?-Ustadzah  260217

-Pamer>ria>syirik kecil>menghambat diri kepada selain Allah
-Hadits qudsi: beramal dan menyekutukan Allah dengan yang lain. Amal itu untuk yang lain yang dipersekutukan dan aku berlepas dari amal itu
-Tazkiyatun nafs, Said Hawa, Imam Al Ghazali, tipe orang:
1. Beramal tanpa tujuan
2. Beramal berjamaah semangat, sendiri tidak
3. Keinginan dapat pahala lebih rendah dari riya
4. Keinginan dapat pahala lebih tinggi dari riya
-Kenapa seseorang bisa riya:
1. Belum dekat dengan Allah
2. Cinta dunia
3. Senang menikmati pujian dan takut mendapat celaan
4. Tamak terhadap
-Kerugian riya: hilang Allah dari hati, tidak merasakan lezatnya ibadah, gelisah
-Cara mengatasi riya: bermujahadah, luruskan niat, menyembunyikan amal



Urgensi Menjadi Murobbi-Ust Syamsul 110916

-what: membacakan al qur'an, beri kbr gembira, beri peringatan. ingat kisah muaz bin jabbal terkait sholat-muaz slalu sholat berjamaah dg rosul kmudian sholat berjamaah dg muallaf, muallaf tsb protes krn sholatny bacaanny panjang (dakwah dg b. kaumny, bertahap mberi amanah)

-where: skolah, sbulan skali outdoor/silaturahim k rmh binaan

-3 nasihat rosul pada saat masuk madinah: tebarkan salam, makan, sholat tahajud

-when: terus menerus sampai wafat

-who: pementor adalah orang yg berkomitmen menjadi murobbi, target dakwah hasan al banna: rekrut orang2 yang mau menerimanya, petik buah yg mudah dipetik

-why: kenapa harus mementor? cari ridho Allah

-mandiri finansial memberikan izzah di dakwah keluarga

-cara menjadi pementor yg baik: selalu meningkatkan kapasitas ilmu & ruhiyah, teladan, ikhlas+sabar



Pelatihan Story Telling dari Banking Mood 181216 @Aula SMK DT

-Mendongeng: cerita hal yg tidak terjadi
-Bercerita: lebih luas dari mendongeng karena dapat menyampaikan yang terjadi dan tidak
-Cerita memberikan kita: pengalaman dan wawasan baru, mengembangkan bahasa, membangun relasi, mengajarkan tanpa menggurui, menumbuhkan empati dan simpati, memberikan kegembiraan
-Menjadi pencerita yang asyik, siapkan: hati, kejujuran, cerita, penyampaian, nikmati
-PENTING: sampaikan perasaan bukan sekedar cerita, karena setiap kata memiliki rasa



Menuju Sekolah Adiwiyata-Ust. Priyono 231216 @SDIT Al Irsyad Al Islamiyyah Bandung

-Qs. Ar Rum: 41, kerusakan di muka bumi disebabkan manusia
-Isu pokok lingkungan hidup: rth, pencemaran udara & sungai, banjir, sampah
-Sekolah adiwiyata: kesamaan visi, misi, tujuan, dan merupakan progress dari suatu proses
-Tujuan sekolah adiwiyata: menumbuhkan karakter peduli terhadap lingkungan
-Tahapan menumbuhkan karakter: dipaksa>terpaksa>bisa>biasa



Perumpamaan Iblis ketika Kita Ibadah-Ust Yayat 241216 @Masjid Al Muttaqin

perumpamaan iblis ketika kita ibadah
1. sholat, iblis panas dingin/gemetar
2. puasa, iblis diikat tdk bs bergerak
3. haji/umroh, iblis gila
4. baca qur'an, iblis meleleh seperti timah yg dipanaskan
5. sedekah, iblis dibelah gergaji

sedekah membuat
-rizkinya berkah, berkah itu bertambah/tenang
-hidupnya disukai
-hijab antara diri dengan api neraka
-terhindar dari segala macam musibah yang akan menimpa dirinya

apabila tidak sedekah maka harta itu akan bisa diambil dengan cara apapun oleh Allah



Pelatihan Metode Tartili-Ust Agus 261216 @SDIT Al Irsyad Al Islamiyyah Bandung

1. guru harus semangat belajar & mengajar, ingat hadits khoirukum mannta'allamal
qur'aana wa'allamahu
2. bagaimana sukses mengajar qur'an? metode yang menjadikan anak mudah & faham (penting), guru (lebih penting, kuncinya: ikhlas, sabar, kemauan belajar, menguasai materi/konsep & banyak metode pembelajaran), ruh guru (paling penting karena Allah yang menakdirkan sesuatu)
3. metode apa yang paling bagus? semua metode punya kelebihan & kekurangan, yang membedakan adalah kemampuan guru yang membawakan metode tersebut
4. metode tartili
-visi: menuju generasi qur'ani
-misi: membentuk anak senang membaca & menghafal al qur'an
5. agar pembelajaran tartili sukses, maka guru harus
-menguasai konsep
-penguasaan kelas
-evaluasi
-penanaman konsep



To be Inspiring Teacher-Ust. Abdullah Syuaib 281216 @SDIT Al Irsyad Al Islamiyyah

-Ingin sukses? totalitas dalam profesi
-jadi apapun anda, jangan menyerah
-jangan bertanya saya dapat apa, tapi bertanya saya memberi apa
-jangan ragu untuk memberi yang terbaik
-menjadi guru harus efektif & berkualitas
-guru efektif: memotivasi siswa agar semangat & mempunyai semangat belajar
-kategori siswa dari tingkat motivasi>perilaku yang harus guru lakukan untuk menghadapinya
1. obedience: belajar karena takut>mengancam, seperti satpam
2. identifikation: belajar karena senang & hormat pada gurunya>menunjukkan perilaku menyenangkan dengan perhatian
3. internalization: belajar karena menghayati manfaat belajar bagi dirinya & masyarakat>menginspirasi dengan cerita
-kalau g mau belajar jangan jadi guru
-susahnya guru, harus belajar setiap hari
-Kekuatan gambar: 65% anak adalah visual learner, alat bantu visual di kelas memperbaiki proses belajar hingga 400%
-guru fokus pada materi, siswa fokus pada proses
-ciri guru efektif: positif, komunikasi antusias & jelas, perhatian dengan penuh empati, mengidentifikasi sumber masalah, memahami kapasitas siswa, mencontohkan sesuatu, urut runtut, buat siswa berfikir kritis & bertanya, gunakan berbagai metode, antisipatif, mengenal karakter/perilaku siswa, peka, mampu menasehati dengan tepat, tujuan di kelas apa, jangan grogi ketika bertemu masalah, menghindari marah yang berlebihan, manfaatkan ruangan optimal, reward lebih tinggi daripada punishment
-kiat mengajar ortu & guru efektif: beri tahu, beri contoh, lakukan bersama, terus lakukan, menjadi kebiasaan
-6 tips menjadi guru efektif: ciptakan kondisi yang benar, presentasikan yang benar, pikirkan (kreatif, krisis, konseptual), ekspresikan (ciptakan permainan), praktikkan (belajar di luar, tutor sebaya), tinjau (evaluasi & rayakan)
-guru berkualitas: profesional, mempersiapkan bahan ajar, menyampaikan materi dengan jelas, dapat mengelola kelas, evaluasi, berhubungan baik dengan orang tua siswa, menginspirasi
-4 tips menjadi guru yang berkualitas: memberikan teladan yang baik, kenali sedini mungkin potensi siswa, berusaha menyelesaikan masalah anak, sabar
-guru berkualitas: flexibel, optimis, respek, cekatan, humoris, inspiratif, lembut, disiplin, responsif



7 Keajaiban Palestina-Ust. Deni Syahid 140117

1. Masjidil Al Aqsa sumber segala keberkahan sampai ke beberapa negeri sekitar, pada zaman rasul disebut negeri syam
2. Tempat Isra Mi'raj
3. Al Aqsa kiblat kita yang pertama
4. Golongan yang akan menang di akhir zaman
5. Masjid kedua yang dibangun di muka bumi
6. Masjid yang digandengkan dengan Masjidil Haram
7. Masjid yang digalakkan untuk mendatanginya



Citra Diri Muslim-Ust. Eko 050317

Hari yg sangat penting bagi seorang muslim
1. Hari lahir
2. Hari ditemukannya jati diri kenapa kita dilahirkan, sikap yg harus dilakukan: cari tahu siapa diri kita menurut kita sendiri dan orang yang paling dekat dengan kita>menerima diri>harus seperti apa (sesuai dengan islam dan teladan Rasulullah


Ukhuwah Islamiyah-Kak Huzaifah (anak Ust. Taufik Rido) 120317

-Redaksi ayat: 
Qs. Al Hujurat, ikhwah=strata lbh tinggi dr saudara sedarah, persaudaraan berdasarkan keimanan

-Sumber primer:
persaudaraan antara nabi Muhammad & Abu Bakar, kisah pengangkatan Zaid bin Haritsah yg asalnya budak Rasul menjadi anaknya, persaudaraan antara kaum Muhajirin & Anshar, kisah Utsman yg membeli sumur Yahudi, kisah Salman & Abu Darda yg mengkhitbah perempuan, kisah Umar yg menceritakan kebaikan Kholid

-Implementasi di masa kini
1. Kisah Aisyah yg difitnah selingkuh terus kaum Khazraj & Aus mau perang saudara, kisah perang jamal sepeninggal Rosul. Perpecahan itu bisa terjadi karena adanya penyusup yg memanas-manasi
2. Pentingnya persaudaraan sampai ke syurga, saat baca rabithah bayangkan sahabat sampai ke syurga



Ust. Hamid Balfas 150417

Tidak boleh kita iri hati kecuali kepada dua kelompok ini, yaitu: 
1. orang yang diberi harta dan dibelanjakannya dalam kebenaran
2. orang yang diberi ilmu, diamalkan, dan diajarkan

Qs. Asy Syuara:109 - imbalan yang terbaik, "Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam."

Qs. Fushshilat:33 - "Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan...."

Kerja itu ibadah & ikhlas



Ust. Ahmad Puryodo 230417

-Orang yg sukses kegagalannya lebih banyak dari orang yang gagal, contoh: Thomas Alfa Edison yang berhasil menemukan bola lampu pada percobaan yang ke 1000
-Qs. Az Zumar: 42, jawaban terkait kematian dan tidur



Siti Nurjannah Fatonah 260417

Tips untuk menjadi penulis yang kreatif
1. Hilangkan rasa takut dalam menulis
2. Ketika telah selesai menulis,periksakan tulisan kita kepada seorang guru/penulis yang lebih jago
3. Rajin membaca karya dari penulis lain

Cara membangun ide cerita untuk menghasilkan cerita yang kreatif dan menginspirasi
1. Tentukan tema
2. Tentukan tokoh
3. Buatlah alur cerita
4. Tentukan latar
5. Lakukan editing


Adab Berbicara & Mendengar-Ustadz Abdurrahman Wahid 140517

Kenapa penting? karena setiap apa yang kita dengar & bicarakan akan dihisab.

Adab Mendengar
1. Diam & dengarkan, hal ini termasuk adab awal mencari ilmu
2. Tidak memenggal perkataan
3. Menghadapkan wajah pada yang berbicara walaupun pembicaraan/pembawaannya tidak menarik, atau membuat orang lain berpaling darinya
4. Tidak menampakkan ekspresi sudah tahu walaupun ilmu itu sudah kita dapatkan, ilmu yg disampaikan berulang akan menambahkan ilmu baru
5. Tidak menampakkan bahwa dirimu lebih alim dari pembicara, karena akan menimbulkan kesombongan

Adab Berbicara
1. Berbicara dengan jelas maksudnya
2. Berbicara dengan simple & tidak menggunakan bahasa yang tinggi, sesuai dengan kadar intelektualnya
3. Tidak diulang-ulang kecuali untuk penekanan makna
4. Berbicara harus yang baik-baik: mengingatkan shadaqah, meninggalkan perkataan yang tidak ada kaitannya dengan kita, tidak berkata yang sia-sia, menyebarluaskan salam, menahan diri dari ucapan yang jahat, bersabar dalam berdialog dengan orang-orang bodoh/jahil, menjauhi perdebatan baik dalam perdebatan maupun dalam kebatilan.



Qullu Ma'rufin Shodaqoh-Ustadzah Kurnia Hayati 291017

 Bertafakur tidak hanya kepada alam tapi diri kita pun bisa ditafakuri. Persendian manusia banyak dan harus semuanya harus dishodaqohi serta disyukuri. Syukur ada 3:
1. Syukur dengan hati, rasakan kekuasaan Allah
2. Syukur dengan lisan, banyak berzikir
3. Syukur dengan amal, taat kepada Allah dengan sholat dhuha serta melakukan ibadah lain

Qullu ma'rufin shodaqoh=setiap manusia adalah shodaqoh. Bentuk-bentuk shodaqoh:
1. Mendamaikan orang yang bertikai adalah shodaqoh. Bahkan diperbolehkan untuk berbohong agar keduanya damai (Al Hujurot: 9)
2. Mengajak orang untuk melakukan kebaikan atau datang ke majelis ilmu (An Nisa: 114)
3. Membantu seseorang dalam kesulitan, seperti menaiki kendaraan atau dalam membawa barangnya ke kendaraan (Ibrohim: 24)
4. Melangkahkan kaki ke masjid, ingat kisah Abdullah bin Umi Maktum yang buta tapi tetap ke masjid untuk sholat. Sebenarnya itu adalah uzur syar'i tetapi ketika ditanya Rasul, beliau masih mendengar adzan. Pernah pada saat akan ke masjid beliau terjatuh, lalu ada yang menolong ternyata yang menolong itu syetan. Kenapa syetan menolong? karena hanya itu kebaikan yang Abdullah bin Umi Maktum lakukan
5. Menyingkirkan sesuatu yang berbahaya dari jalan (shodaqoh yang paling rendah)
6. Melaksanakan sholat dhuha
7. Senyum terhadap saudaramu

Dalil tentang kebaikan: 
a. 6: 160-pahala 10x kebaikan
b. 17: 7-baik & buruk kembali kepada diri kita
c. 2: 83 & 263, 17: 53, 41: 33-ucapan yang paling baik adalah mengajak kebaikan
d. 23: 96, 25: 63, 28: 54, 41: 34-35 balas kejahatan dengan kebaikan



Keutamaan Seorang Guru-Ust. H. Abdurrahman Wahid, Lc 251117

Keutamaan seorang guru mirip dengan seorang da'i, bahkan bisa lebih. Adapun keutamaannya adalah:
1. Guru adalah pewaris para nabi
2. Mendidik ialah aktivitas yang paling baik dan ucapan paling utama karena mengajarkan amal sholeh (Qs. Fushilat: 33)
3. Guru akan mendapat pahala dari setiap apa yang diajarkan tanpa mengurangi pahala orang yang melakukannya
4. In syaa Allah guru akan selamat dari kerugian karena selalu menasehati dalam kebaikan dan menyelamatkan generasi selanjutnya (Qs. Al 'Ashr)
5. Guru yaitu orang yang paling bahagia karena melihat murid kita lebih sukses dari kita itu baru di dunia, apalagi kalau di akhirat
6. In syaa Allah guru wajahnya akan berseri-seri dihadapan Allah
7. Guru mendapatkan do'a dari seluruh penduduk bumi dan langit
8. Guru adalah sebaik-baik manusia setelah rasul

Yang harus dimiliki oleh seorang guru
1. Ikhlas, tujuannya karena Allah bukan hanya mencari dunia
2. Ketaqwaan kepada Allah, menyampaikan sesuatu harus dari hati
3. Kesabaran dalam segala hal
4. Adil dalam berinteraksi
5. Tawadhu/merendahkan hati termasuk kepada murid, in syaa Allah akan diangkat derajatnya oleh Allah
6. Kasih sayang dan tasamuh/memaafkan, menginginkan murid faham sebagaimana dirinya faham, menjaga murid seperti menjaga anak sendiri
7. Komitmen dengan janji
8. Suri teladan yang baik dalam segala hal, mengamalkan ilmunya dan harus sesuai antara perkataan serta perbuatan
9. Memiliki ilmu yang banyak lebih dari muridnya
10. Lebih perhatian menambah ilmu sesuai dengan keahlian dan perkembangan zaman
11. Terus belajar
12. Selalu semangat dan optimis

Yang harus dijauhi oleh seorang guru
1. Sombong dan tidak mau menerima kebenaran
2. Rasa benci dan iri
3. Berfatwa tanpa ilmu
4. Banyak bercanda karena akan mematikan hati
5. Memanfaatkan murid untuk kepentingan pribadi
6. Menjauhi tempat-tempat yang menimbulkan su'udzon
7. Mengancam dan melakukan kekerasan
8. Dilarang mengejek siswa
9. Mengajarkan sesuatu yang tidak sesuai dengan usia dan kemampuannya



Tafakkur-Hj. Salmiah Rambe, S.Pd.I 171217

-Tafakkuruu fii khalqillahi wa laa tafakkaruu fillahi=berpikirlah kamu tentang ciptaan Allah, dan janganlah kamu berpikir tentang Dzat Allah (Hr. Abu Nu'aim)
-Tafakur=ibadah yang bebas & terlepas, kecuali Dzat Allah
-Keutamaan tafakur
1. Allah memuji orang yang senantiasa bertafakur dan berdzikir, Qs. Ali Imran:190-191 maksudnya perpaduan akal akan terwujud bila dzikir & pikir
2. Amal terbaik yang bisa mengungguli ibadah
3. Mengantarkan kebaikan dunia akhirat
4. Pangkal segala kebaikan

-Buah tafakur
1. Mengetahui hikmah & tujuan penciptaan semua makhluk di langit dan di bumi sehingga menambah keimanan & syukur Qs. 30:8
2. Melaksanakan yang bermanfaat sehingga bersemangat meraihnya Qs. 2:219
3. Memiliki keyakinan yang kuat mengenal sesuatu & menghindari diri dari sikap ikut-ikutan Qs. Saba:46
4. Memperhatikan hak-hak diri untuk mendapatkan kebaikan Qs. 2:44
5. Memahami akhirat lebih utama, dunia hanya sarana membangun
6. Menghindari diri dari kebinasaan yang pernah menimpa orang-orang sebelum kita, Qs. Muhammad:10
7. Menghindari diri dari siksa neraka karena dia memahami dan mengamalkan ajaran agama dan meninggalkan kemaksiatan dan dosa-dosa terutama syirik, Qs. Al Mulk:10 & Al Anbiya:67

-Batasan tafakur
kenapa tidak boleh mentafakuri Dzat Allah? karena manusia tidak sanggup, malah menyimpang nanti
Qs. Asy Syuara:11 & Al An'am:103



Madzahib Aqidah Islamiyyah-Ust. Abdurrahman Wahid 140118

Madzahib berasal dari madzhab=aliran pemikiran tertentu yang dibuat seseorang dan diikuti banyak orang
pengertian madzhab, as aslu-dasar, atthoriqoh-jalan/metode, asal katanya dahaba=pergi

Aqidah asal katanya dari aqoda ya'qidu aqiidatan, aqidah adalah beberapa perkara yang wajib diyakini oleh hati, mendatangkan ketentraman sehingga keyakinannya tidak bercabang

Nawaashib=kelompok yang menganggap sahabat nabi tidak ada artinya

Penyimpangan aqidah terjadi paska perselisihan pengikut ali dan mu'awiyah, contohnya: Arrofidhoh asal katanya rofadho=menolak, maksudnya menolak sahabat selain ali biasanya disebut syiah rofidhoh

Untuk anak yg kurang faham ilmu
1. Sama jenis=dicium keningnya, beda jenis=dielus kepalanya
2. Do'a: Allahummaj 'alhu/'alhaa faqqih fil 'ilmi ...

Murobbi itu sangat penting, karena seseorang tidak dapat tumbuh dengan sendirinya
Kenapa para shohabiyah berhasil menjadi orang semacam itu? mereka beruntung karena murobbinya adalah Rasulullah
Syarat seseorang disebut sahabat nabi ada 2: seiman dan sejaman
Seorang murobbi bukan hanya jago bicara tapi keberadaannya menanamkan karakter bagi muridnya
Kalau pendidikan mau sukses ditentukan oleh murobbi/guru
yang keluar dari hati, sampai ke hati, yang keluar dari lisan hanya sampai ke telinga. PR murobbi: jaga akhlak/kepribadian, yang harus ditanamkan: aqidah  yang benar (yang harus ditanamkan pertama kali), niat yang benar (agar aktivitas berkah, selalu perbaharui ya), ada suatu kesadaran yang terus menerus (mendapat nasihat/memberi nasihat)
Allohumma ati angfusana taqwaha wazaqqiha anta khoiru wazakkaha (do'a minta hati yg ikhlas)
hal yang harus diperhatikan dalam mengajar, jangan memisahkan antara mengajar ilmu dan mengajar iman
yang punya rasa takut pada Allah adalah ulama, ulama bukan dalam bidang agama tapi dalam berbagai bidang maksudnya kaitkan ilmu yang kita ajarkan dengan iman
Cara guru transfer ilmu: mengajarkan langsung dengan kondisi yang dialami di lapangan (ta'lim bil mauqif), memberikan kedeladanan (ta'lim bil qudwah), mengulang-ulang hal yang penting (mataqorroro), dengan cerita (atta'lim bil hikayah), dengan kajian (atta'lim bil bahs),



Dr Zakir Naik
Dr Zakir Naik mengungkapkan bahwa jumlah misionaris saat ini mencapai satu juta orang. 
Di antara mereka, ada yang tugasnya berkeliling untuk mendangkalkan aqidah umat Islam.

Salah satu caranya, memulai dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini.

Pertanyaan Pertama

“Apakah dijelaskan dalam Al Quran bahwa Injil adalah firman Tuhan?”

Biasanya muslim yang ditanya demikian akan langsung menjawab, “Ya, disebutkan”

“Kalau begitu mengapa engkau tidak mengikuti Injil?”

Pertanyaan Kedua

“Berapa banyak nama Nabimu (Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam) disebutkan dalam Al Quran?”

Muslim yang tahu akan menjawab, “Lima kali. Empat kali dengan nama Muhammad dan satu kali dengan nama Ahmad”

“Berapa banyak nama Yesus Kristus (Isa ‘alaihi salam) disebutkan dalam Al Quran?”

Muslim yang tidak tahu, akan diberitahu oleh misionaris yang mempelajari Al Quran itu. Bahwa Isa disebutkan 25 kali.

“Mana yang lebih besar, Muhammad yang disebutkan lima kali atau Yesus yang disebutkan 25 kali dalam Al Quran?” demikian pertanyaan misionaris berikutnya.

Pertanyaan Ketiga

“Apakah Nabi Muhammad punya ayah dan punya ibu?”

“Ya”

“Apakah Isa (Yesus) dilahirkan dengan ibu dan ayah?”

“Isa memiliki ibu tetapi tidak memiliki ayah”

“Mana yang lebih hebat, orang yang dilahirkan dengan cara biasa dengan adanya ibu dan ayah atau yang terlahir tanpa ayah?”

Pertanyaan Keempat

“Apakah Nabi Muhammad memiliki mukjizat?”

“Ya”“Apakah Nabi Muhammad bisa menghidupkan orang mati?”

“Tidak” (Karena dalam Al Quran dan hadits tidak disebutkan mukjizat itu)

“Apakah Isa bisa menghidupkan orang mati?”

“Ya” (salah satu mukjizat Nabi Isa, dengan izin Allah, bisa menghidupkan orang mati)

“Mana yang lebih hebat, yang tidak bisa menghidupkan orang mati atau yang bisa menghidupkan orang mati?”

Pertanyaan kelima

“Apakah Nabimu Muhammad sekarang secara fisik meninggal atau hidup?”

“Meninggal”

“Apakah Yesus (Isa) sekarang meninggal atau masih hidup?”

“Masih hidup” “Mana yang lebih hebat, yang sudah meninggal atau yang masih hidup hingga sekarang?”

Pertanyaan-pertanyaan itu membuat banyak muslim yang tidak memahami Al Quran menjadi bingung. Namun, sebenarnya semuanya hanya pertanyaan licik misionaris. Jawabannya sudah ada dalam Al Quran.

 Jawaban atas Pertanyaan Misionaris (1) 

Di antara cara untuk mendangkalkan aqidah, bahkan sampai memurtadkan, misionaris menggunakan sejumlah pertanyaan.

Dr Zakir Naik membeberkan lima pertanyaan utama yang biasa dipakai para misionaris. Berikut ini pertanyaan tersebut dan jawabannya:

Pertanyaan Pertama

“Apakah dijelaskan dalam Al Quran bahwa Injil adalah firman Tuhan?”

Biasanya muslim yang ditanya demikian akan langsung menjawab, “Ya, disebutkan”

“Kalau begitu mengapa engkau tidak mengikuti Injil?”

Jawaban atas Pertanyaan Pertama

Al Quran memang mengatakan Injil adalah kitab Allah sebagaimana Taurat juga kitab Allah. Al Quran membenarkan keduanya, sebagaimana tercantum dalam Surat Ali Imran ayat 3.

نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ

“Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil” (QS. Ali Imran: 3)

Jadi Injil dibenarkan Al Quran sebagai kitab yang telah diturunkan sebelumnya. Bukan berarti harus diikuti, sebagaimana Taurat juga dibenarkan sebagai kitab yang telah diturunkan sebelumnya tetapi tidak untuk diikuti.Bahkan seharusnya, orang yang percaya pada Taurat dan Injil, mereka mengikuti Al Quran sebagaimana orang yang berpegang pada sesuatu akan mengikuti update terbaru dari sesuatu itu.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ آَمِنُوا بِمَا نَزَّلْنَا مُصَدِّقًا لِمَا مَعَكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَطْمِسَ وُجُوهًا فَنَرُدَّهَا عَلَى أَدْبَارِهَا أَوْ نَلْعَنَهُمْ كَمَا لَعَنَّا أَصْحَابَ السَّبْتِ وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ مَفْعُولًا

“Hai orang-orang yang telah diberi Alkitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al Quran) yang membenarkan kitab yang ada pada kamu...” (QS. An Nisa’: 47)

Selain itu, Injil yang dibenarkan Al Quran adalah Injil yang otentik. Injil pada zaman Nabi Isa sebelum diubah oleh para pemalsu. Adapun Injil yang ada sekarang, telah beberapa kali mengalami perubahan, misalnya pada Persidangan Nicea pada tahun 325 M. Pada tahun 1881 dirilis Injil King James Version (KJV) yang merevisi beberapa hal yang dianggap bertentangan. Pada tahun 1952 dirilis Revised Standard Version (RSV) atas dasar ditemukannya beberapa cacat pada KJV.

Pertanyaan Kedua

“Berapa banyak nama Nabimu (Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam) disebutkan dalam Al Quran?”

Muslim yang tahu akan menjawab, “Lima kali. Empat kali dengan nama Muhammad dan satu kali dengan nama Ahmad”

“Berapa banyak nama Yesus Kristus (Isa ‘alaihi salam) disebutkan dalam Al Quran?”

Muslim yang tidak tahu, akan diberitahu oleh misionaris yang mempelajari Al Quran itu. Bahwa Isa disebutkan 25 kali.

“Mana yang lebih besar, Muhammad yang disebutkan lima kali atau Yesus yang disebutkan 25 kali dalam Al Quran?” demikian pertanyaan misionaris berikutnya.

Jawaban atas Pertanyaan Kedua

Nabi Isa ‘alaihis salam memang disebutkan dalam Al Quran lebih banyak daripada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Namun, penyebutan yang lebih banyak itu tidak menunjukkan siapa yang lebih besar atau lebih agung.

Nabi Musa, bahkan disebutkan lebih banyak lagi. Nama Nabi Musa disebutkan sebanyak 124 kali dalam Al Quran. Di Surat Al Baqarah 13 kali, di Surat Ali Imran 1 kali, di Surat An Nisa’ 2 kali, di Surat Al Maidah 3 kali, di Surat Al An’am 2 kali, di Surat Al A’raf 18 kali, di Surat Yusuf 7 kali, di Surat Hud 3 kali, di Surat Ibrahim 3 kali, di Surat Al Isra’ 2 kali, di Surat Al Kahfi 2 kali, di Surat Maryam 1 kali, di Surat Thaha 16 kali, di Surat AL Anbiya’ 1 kali, di Surat Al Hajj 1 kali, di Surat Al MU’minun 2 kali, di Surat Asy Syu’ara’ 8 kali, di Surat An Naml 3 kali, di Surat Al Qashash 17 kali, di Surat AL Ankabut 1 kali, di Surat As Sajdah 1 kali, di Surat Al Ahzab 1 kali, di Surat Ash Shafat 2 kali, di Surat Ghafir 5 kali, di Surat Fushilat 1 kali, di Surat Az Zukhruf 1 kali, di Surat AL Ahqaf 2 kali, di Surat Adz Dzariyat 1 kali, di Surat An Najm 1 kali, di Surat Ash Shaf 1 kali, dan di Surat An Naziat 1 kali.Nah, jika karena disebutkan lebih banyak dalam Al Quran kemudian otomatis lebih agung, apakah orang-orang Nasrani mau mengakui bahwa Nabi Musa lebih agung daripada Nabi Isa?

Bahkan, jika karena disebutkan lebih banyak dalam Al Quran kemudian dianggap menjadi Tuhan, apakah orang-orang Nasrani mau mengakui bahwa Musa adalah Tuhan?

Satu hal lagi, Al Quran hampir selalu menyebut Nabi Isa lengkap dengan bin Maryam. Hanya 4 kali nama Nabi Isa disebut sendirian tanpa bin Maryam yaitu pada Surat Ali Imran ayat 52, Ali Imran ayat 55, Ali Imran ayat 59, dan Az Zukhruf ayat 63. Selebihnya selalu disebut Isa bin Maryam. Untuk menegaskan bahwa Isa adalah anak Maryam, bukan anak Tuhan sebagaimana klaim kaum Nasrani.

Pertanyaan Ketiga

“Apakah Nabi Muhammad punya ayah dan punya ibu?”

“Ya”

“Apakah Isa (Yesus) dilahirkan dengan ibu dan ayah?”

“Isa memiliki ibu tetapi tidak memiliki ayah”

“Mana yang lebih hebat, orang yang dilahirkan dengan cara biasa dengan adanya ibu dan ayah atau yang terlahir tanpa ayah?”

Jawaban atas Pertanyaan Ketiga

Nabi Isa memang tidak memiliki ayah. Namun, bukan berarti lebih hebat daripada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Apalagi jika kemudian dijadikan tuhan, sama sekali keliru.

Sekarang saya tanya, mana yang lebih hebat, Isa yang lahir tanpa ayah atau Adam yang tanpa ayah dan tanpa ibu? Jika Isa lahir tanpa ayah kemudian dijadikan tuhan, seharusnya Adam lebih berhak untuk dijadikan tuhan karena tidak memiliki ayah dan tidak memiliki ibu.

Al Quran menjelaskan penciptaan Isa dan Adam sebagai berikut:

إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آَدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

“Sesungguhnya misal (penciptaan Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seoang manusia), maka jadilah ia” (QS. Ali Imran: 59)

Karena lahir tanpa ayah, orang Kristen juga menyebut Yesus anak Tuhan. Dalam Yohanes 6:67-69, Yesus disebut anak tuhan oleh Petrus. Karena disebut anak tuhan, lantas dituhankan. Padahal ada banyak orang yang disebut “anak Tuhan” dalam Injil. Adam adalah anak Tuhan, Efraim adalah anak Tuhan, Ezra adalah anak Tuhan. Semua orang yang dituntun Tuhan adalah anak-anak Tuhan. Jadi anak Tuhan adalah kata yang digunakan dalam Injil yang artinya seseorang yang mengikuti ajaran Tuhan.Jika orang Kristen masih ngotot menjadikan Yesus sebagai Tuhan, carilah di Injil pernyataan Yesus yang mengatakan “Akulah Tuhan” atau “Sembahlah aku.” Niscaya tidak akan pernah ketemu.

Pertanyaan Keempat

“Apakah Nabi Muhammad memiliki mukjizat?”

“Ya”

“Apakah Nabi Muhammad bisa menghidupkan orang mati?”

“Tidak” (Karena dalam Al Quran dan hadits tidak disebutkan mukjizat itu)

“Apakah Isa bisa menghidupkan orang mati?”

“Ya” (salah satu mukjizat Nabi Isa, dengan izin Allah, bisa menghidupkan orang mati)

“Mana yang lebih hebat, yang tidak bisa menghidupkan orang mati atau yang bisa menghidupkan orang mati?”

Jawaban atas Pertanyaan Keempat

Salah satu mukjizat Nabi Isa ‘alaihis salam adalah menghidupkan orang mati. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَرَسُولًا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِآَيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنْفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ وَأُحْيِي الْمَوْتَى بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

"Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (dia Isa berkata), "Aku datang kepadamu dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah. Dan aku menyembuhkan orang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku beritakan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman." (QS. Ali Imran: 49)

Namun ingat, yang menghidupkan orang mati itu adalah Allah. Nabi Isa mengakuinya sendiri.Demikian pula dalam Injil, Yesus mengakui bahwa yang menghidupkan orang mati adalah Allah. Bukan dirinya.

Sahabatku Lazarus mati, maka kembalikanlah ruh kepadanya Tuhan “. Allah memperkenankan doanya dan berfirman, “Mintalah, sesungguhnya engkau akan memperoleh apa yang engkau minta”. Ketika Yesus menyeru Lazarus agar keluar kepadanya, ia berkata, “Bapa, Aku mengucap syukur kepadamu, karena engkau telah mendengarkan aku. Aku tahu, bahwa engkau selalu mendengarkan aku” (Yohanes 11: 41-42)

Lalu besar mana mukjizat Nabi Isa dengan mukjizat Nabi Muhammad? Jika dikatakan bahwa menghidupkan orang mati adalah mukjizat terbesar Nabi Isa, ternyata dalam Injil disebutkan ada lima orang yang bisa menghidupkan orang mati. Selain Nabi Isa (Yesus), mereka adalah Nabi Ilyas (Elia), Nabi Ilyasa (Elisa), Yehezkiel (seorang nabi di kalangan Nabi Israel menurut Injil), dan Petrus.
Apakah dengan begitu, mereka semua juga dianggap sebagai Tuhan karena menurut Injil bisa menghidupkan orang mati? Sungguh lucu.

Nah, berbeda dengan Nabi-Nabi sebelumnya yang mukjizatnya kadang serupa dengan Nabi yang lain, Rasulullah Muhammad memiliki banyak mukjizat dan yang terbesar adalah Al Qur’an. Jika mukjizat yang lain sudah tidak bisa dilihat lagi bekasnya, Al Quran tetap ada hingga hari kiamat.

Dan Al Quran sendiri menantang siapapun di dunia ini untuk menandinginya, dan hingga saat ini tidak ada yang bisa menerima tantangan ini.

وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ . فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

“Jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Qur’ân yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal al-Qur’ân itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allâh, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya), dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, (neraka itu) telah disediakan bagi orang-orang kafir.” (QS. Al Baqarah: 23-24)

Anda berani menerima tantangan ini, Pak Misionaris?

Pertanyaan Kelima

“Apakah Nabimu Muhammad sekarang secara fisik meninggal atau hidup?”

“Meninggal”

“Apakah Yesus (Isa) sekarang meninggal atau masih hidup?”

“Masih hidup”

“Mana yang lebih hebat, yang sudah meninggal atau yang masih hidup hingga sekarang?”

Jawaban atas Pertanyaan Kelima

Pertanyaan ini justru akan meruntuhkan doktrin terbesar Kristen.

Dalam Al Quran memang dinyatakan bahwa Nabi Isa ‘alaihis salam tidak disalib. Yang disalib adalah orang yang diserupakan dengan Nabi Isa.

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا

Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (QS. An Nisa’: 157)

Jika orang Kristen mengatakan Yesus masih hidup, berarti yang disalib bukan Yesus. Sama seperti firman Allah dalam Al Quran tersebut. Namun jika Yesus tidak mati disalib, tidak ada konsep penebusan dosa sebagaimana yang dijadikan pijakan gereja saat ini.Jadi Anda meyakini yang mana? Yesus masih hidup karena tidak disalib atau Yesus mati disalib? Anda pasti akan bingung sendiri.

Adapun pertanyaan siapa yang lebih hebat, orang yang meninggal atau orang yang masih hidup, bukanlah pertanyaan yang tepat. Anda masih hidup, Nabi Musa telah meninggal. Siapa yang lebih hebat?

Khusus untuk Nabi Isa yang diangkat Allah dan nanti akan diturunkan menjelang hari kiamat, itu bukanlah kehebatan Nabi Isa atas Nabi Muhammad namun semata-mata atas kehendak Allah dalam rangka menegaskan kesalahan orang-orang yang menganggapnya sebagai Tuhan.

لَيْسَ بَيْنِى وَبَيْنَهُ نَبِىٌّ – يَعْنِى عِيسَى – وَإِنَّهُ نَازِلٌ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَاعْرِفُوهُ رَجُلٌ مَرْبُوعٌ إِلَى الْحُمْرَةِ وَالْبَيَاضِ بَيْنَ مُمَصَّرَتَيْنِ كَأَنَّ رَأْسَهُ يَقْطُرُ وَإِنْ لَمْ يُصِبْهُ بَلَلٌ فَيُقَاتِلُ النَّاسَ عَلَى الإِسْلاَمِ فَيَدُقُّ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلُ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعُ الْجِزْيَةَ

“Tidak ada nabi (yang hidup) antara masaku dan Isa. Sungguh, kelak ia akan turun, jika kalian melihatnya maka kenalilah. Ia adalah seorang laki-laki yang sedang (tidak tinggi dan tidak terlalu pendek), berkulit merah keputih-putihan, beliau memakai di antara dua kain berwarna sedikit kuning. Seakan rambut kepala beliau menetes meski tidak basah. Beliau akan memerangi manusia hingga mereka masuk ke dalam Islam, beliau akan menghancurkan salib, membunuh babi dan menghapus jizyah” (HR. Abu Daud; shahih)

Artikel: Tarbiyah



Bimtek Kurtilas-Ibu Ani, pengawas SDIT Al Irsyad 300917

Analisis Kurtilas
(umum ke khusus)

1. SKL
pengetahuan, keterampilan sikap

2. KI
KI 1 Spiritual
KI 2 Sosial
KI 3 Pengetahuan
KI 4 Keterampilan

3. KD
Contoh menyebutkan bilangan asli
KKO: menyebutkan
Konten: bilangan asli

4. Aspek Kognitif
Contohnya tadi kan menyebutkan maka termasuk Taksonomi Bloom C1. ingat kategori soal:
C1-C2 mudah
C3 sedang
C4-C6 sulit

5. IPK
karena termasuk C1 maka pakai indikator penilaiannya seperti: menamai, memberi kode, menunjukkan

6. Penilaian
a. jenis penilaian: tugas, latihan, pr
b. tipe soal: isian, pg
c. soal

7. Kunci jawaban

8. KKM
rentang 60-100, merupakan rata-rata dari
a. kompleksitas
b. daya dukung
c. ketercapaian

9. Bahan ajar
lengkap yg berasal dari buku guru, buku siswa, internet, dan bahan ajar lain

10. Metode pembelajaran
discovery learning, pbl, pjbl

11. Strategi
saintifik, tematik



Syarat meraih ilmu-Ustadz Taslim 061017

Dalam kitab ta'lim muta'allim disebutkan syarat meraih ilmu ada 6 yaitu
1. Kecerdasan
2. Tekad yang kuat
3. Kesabaran
4. Waktunya yang lama
5. Ada petunjuk seseorang
6. Harus punya bekal



Sri Hendrawati-Guru & Kepsek Teladan 211217

Kunci mendidik generasi zaman now
4C : Communication, Collaboration, Creative, Critical Thinking

di Korea dikembangkan STEAM = Sains Technology Engineering Art Mathematics

apabila ingin mencari referensi untuk menulis, buka litbang.kemdikbud.go.id



Talkshow Membangun Keluarga Kuat untuk Bangsa yang Hebat 231217

Teh Patra & Kang Ismir-penggiat parenting, homeschooler, penulis buku

-Pentingnya memiliki visi keluarga
-Sejak anak bisa makan di meja makan, kenalkan dengan visi keluarga
-Saat anak akil baligh, diajarkan perempuan baiknya seperti apa, laki-laki baiknya seperti apa, role model adalah ayah dan ibunya jadi beri contoh yang baik, beri tanggung jawab

Ma ci Tjutju Sukaesih-Ibunda Ridwal Kamil

-Sejak dini ajarkan prinsip dasar: agama islam, bergaul dengan siapapun, terapkan prinsip duit sajuta (duit=do'a, usaha, ilmu+ikhtiar+ikhlas, tawakal, sajuta=sabar, jujur, taqwa)



Mengetahui Potensi dan Kecerdasan Anak serta Cara Melejitkannya-Ust. Hilmy Ferdiansyah 040218

Potensi=kemampuan dasar yang masih terpendam dan menunggu untuk dimunculkan menjadi kekuatan nyata, masih bisa dikembangkan menjadi lebih baik lagi

Kecerdasan=kemampuan menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru secara tepat dan efektif, memecahkan masalah dan menciptakan produk baru, faktor yang mempengaruhi kecerdasan:
1. Keturunan atau biologis
2. Lingkungan sholeh atau salah, teladan orang tua sangat penting
3. Kematangan/dewasa, usia kematangan perempuan lebih dahulu dibandingkan laki-laki
4. Kebebasan, lebih mandiri
5. Pengalaman hidup. Pengalaman dibagi 2:
a. Crystallizing experience=pengalaman positif
b. Paralyzing experience=pengalaman negatif, dijadikan pelajaran atau kenangan pahit
6. Gaya hidup diarahkan kepada hal baik atau buruk

Jenis-jenis kecerdasan
1. Intelegent quotient=kecerdasan intelektual
2. Emotional quotient=kecerdasan emosional
3. Spiritual quotient=kecerdasan spiritual
4. Multiple intelegence=kecerdasan majemuk, ada yang bilang 8-10 jenis yang sifatnya dinamis, kolaborasi, dominan. SMILE N BILS kepanjangan dari
Spasial visual=mempersepsi dunia secara akurat, karya seni, desain
Musikal=mudah mengikuti irama
Interpersonal=mudah berhubungan dengan orang lain
Linguistik=mudah berbahasa
Eksistensial=menjawab persoalan
Naturalis=cinta lingkungan
Body kinestetik=suka olahraga, hiper aktif
Intrapersonal=merenung, mudah akses perasaan diri
Logis matematis=berpikir logis
Spiritual=mudah tersentuh dengan hal religi, menyebarkan dan mengajak kebaikan



Pelatihan Sosialisasi Disleksia-100218

DPSG Komunitas yang memiliki interest di bidang disleksia
Disleksia=IQ normal/rata-rata tidak bisa berbahasa dengan baik



Taujih 100318-Ust. Amang

Kemenangan hakiki adalah menang dari musuh islam yg nyata yaitu syaithon, harus menang agar dapat ampunan Allah dan syurga-Nya



Isro Mi'raj-Abu Amr 070418

Cara berdialog dengan Allah
-sholat
-tilawah

Cara khusu' sholat
-fahami apa yang kita baca
-hati kita merasakan yang kita fahami



Menanamkan Qur'an di Hati Umat-Ust. Hery Saparjan Al Hafidz (Mudir Pondok Qur'an)-270518

Muqaddimah
Sanad dalam bacaan Al Qur'an adalah sandaran/membaca yang benar. Saat Ustadz belajar qur'an ke Yordan, syeikh berkata tinggalkan bacaan qur'anmu dari indonesia. Belajar dari nol, saya belajar membaca Al Fatihah 1 bulan. Syeikh sangat disiplin, ketika salah pulpen melayang. Ada yang nangis, ada yang sakit.

Dalil ttg Qur'an
Qs. Muhammad:26, Al-Hadid:16, Qof:37, Ar-Rad:28, Al-Isra:82, Yunus:37, Al-Anbiya:10, Al-Qiyamah:17-18

Materi
Ruh pertama untuk mengajak umat yaitu ada qur'an di hati. Siapa yang paling baik shaumnya? seseorang yang paling banyak berdzikir kepada Allah, dzikir terbaik ialah tilawah qur'an sehingga imam syafi 60x saat ramadhan. Penghafal qur'an itu saat di yaumil akhir menaiki tangga menuju syurga sesuai banyaknya hafalan (hadits, cari kejelasannya ya)

Tambahan
Di Palestina saking cinta dengan qur'an salah 1 oleh muhafidz/dzoh disuruh ngulang jadi hafalannya mutqin. Sahabat qur'an: dikubur dapan cahaya, diberi perisai & naungan awan saat di padang masyar, ortu yang anaknya hafidz diberi mahkota yang lebih baik dari cahaya matahari


KH. Hery Saparjan

ketika ingin islam berjaya ikutilah rasulullah dan para sahabat yang selalu berinteraksi dengan qur'an, senantiasa menjadi generasi rabbani, mengajarkan dan belajar al qur'an



Pelatihan Non Riba-Helmi 311212
Bebaskan umat Islam dari hutang dan riba

Hutang=halal
Riba=haram, dosa besar, bertambahnya harta buruk
Riba 1 dirham/koin perak lebih 36x berzina
6 barang yang sangat tidak boleh riba: emas, perak, gandum, barley, garam, kurma

Berkah berasal dari kata ziyadatul Khoir=bertambah kebaikan

Dalil
2:275=riba
2:279=kalau kamu tidak meninggalkan riba maka berperang dengan Allah dan Rasul
7:69
30:41=kerusakan yg disebabkan manusia
4:150-151=memilih-milih aturan agama ialah kafir yang nyata, perilaku Bani Israil-umat Nabi Musa

LGBT di bdg 6rb orang lebih kt walkot
Kondisi Indonesia: krisis disiplin, krisis keuangan

Praktik riba di masyarakat
-pinjam ke bank/koperasi/rentenir
-menukar uang tapi tidak sebanding
-pegadaian
-kartu kredit
-kredit motor dengan denda
-kpr=kredit pemilikan rumah
Akad hutang piutang harus ditulis dan ada perjanjian dikembalikan kapan, jangan terima kelebihan apapun baik hadiah, tumpangan, teraktiran, atau yang lainnya

Kredit motor yang diperbolehkan adalah seharga motor tersebut apabila dibeli cash dan tidak ada denda

Resolusi bebas riba (berlari=berani lepas riba)
-hablumminallah: bertaubat, berjanji, bertekad tinggalkan riba (65:3)
-hablumminannass: sedekah
-jual beli ke produk muslim

Solusi agar umat Islam bangkit kembali kepada Allah



Pelatihan guru kreatif-Ustadzah Nenden 120119

Guru kreatif x guru konvensional
Eureka=menemukan sendiri jawaban dari pertanyaan yang dilontarkannya untuk diri sendiri
Pohon geulis=metode belajar untuk menerapkan literasi, pohon dibentuk dari karton/samson dan daun dari kertas lipat yang diberi tulisan terkait buku yang mereka baca
Guru kreatif: 
-memberi inspirasi
-tidak hanya mentransfer ilmu tapi mengubah pola pikir dan perilaku siswa menjadi lebih baik, mendidiklah dengan hati
-tidak terpaku pada sarana dan prasarana yang dimiliki lembaga pendidikan
-konsisten dalam menerapkan peraturan
-terus belajar
-mengelola kelas dengan kondusif
-membuat display kelas dengan kreatif sesuai tema pelajaran, manfaatkan bahan bekas
-membuat program pembelajaran yang efektif dan menyenangkan bisa mengasah kognitif, afektif, dan psikomotor



Qiro'ah Sab'ah - Ustadz Kris - 260119 - Mesjid Ad Dakwah

Irama dalam membaca Al-Quran ada 7 yang biasanya disingkat menjadi Baso Hiji Ni Raos, yaitu:
1. Bayati, asli: Bandar Balila, Maher, Kurdi: Muzzammil Hasballah
2. Shobar: memelas untuk ayat sedih dan do'a
3. Hijjaz: di Arab sering dipakai, di Indo sering diterapkan pada asmaul husna
4. Jiharka: Deen Assalam-Nisa Sabyan
5. Nihawan: Misyari, biasa dipakai do'a khotmil Qur'an
6. Sikat: Al Ghomidi
7. Ros: Abdurrahman As Sudais

Cara mendapatkan pertolongan Allah
1. Sabar
2. Shalat
3. Sedekah

Jangan bersandar pada makhluk sampai lupa dengan kholiq



Baiti Jannati - Masjid Al Ikhlas
Cara menjadikan rumahku syurgaku
1. Tidur satu selimut
2. Makan sepiring berdua
3. Suami sering mencium istri
4. Mandi bareng
5. Menyisir rambut suami
6. Suami membantu pekerjaan rumah tangga
7. Suami sering membelai istri
8. Tetap romantis walaupun istri sedang haid
9. Menemani istri ketika sedang sakit
10. Memberikan istri hadiah
11. Mendinginkan amarah istri dengan kasih sayang



130719-K Cecep-Public Speaking

-Menyampaikan pesan ke banyak orang
-Faktor yang mempengaruhinya 3L: lahir, lingkungan, latihan
-Mengatasi masalah saat public speaking: latihan rutin, cari pengalaman, lakukan kegiatan fisik sebelumnya, menganggap demam panggung adalah hal biasa

Tips
-Luruskan niat
-Percaya diri
-Siap secara fisik dan mental
-Memahami materi
-Menguasai medan yang digunakan
-Berdo'a
-Panca Indra saat public speaking
Otak: buat keyword
Mata: melihat ke semua audiens
Telinga: mendengarkan pendapat audiens
Mulut: berbicara dengan jelas, lambat, intonasi tepat
Hati: ingat Allah selalu
Kaki: tak boleh disilang atau digerak-gerakkan

Utamakan Berkah Tak Semata Jumlah-Ust. Ardiansyah Ashri Husein, LC, M.A

Sumber keberkahan, dalam QS:
1. 3:96-rumah pertama adalah Ka'bah
2. 6:155-ikutilah petunjuk Nya/Qur'an
3. 7:96-penduduk beriman dan bertaqwa
4. 67:1-Allah Maha Berkuasa atas keberkahannya. Berkah:bertambah dan berlipat kebaikan, kebahagian

Rezeki diberikan kepada semua makhluk tapi berbeda keberkahan

Ciri rezeki yang berkah: membuat kita sehat, ceria, dan kuat, memperbaiki akhlak pada pasangan/anak

Bahaya rezeki tidak berkah: cepat habis rezekinya, mengundang penyakit, mudah galau/risau karena perkara remeh, lemah semangat/tekadnya, lemah beribadah, terus merasa kurang/tamak/serakah, mengundang dosa lain

Sumber keberkahan:
1.  Ketaqwaan dan ketawakkal, kata Ali bin Abi Thalib ada 4 arti taqwa: mempunyai rasa takut kepada Allah, selalu mengamalkan Al-Qur'an, ridho dengan apa yang Allah berikan, menjadi pribadi yang siap bertemu kematian
2. Memperbanyak istighfar
3. Tilawah Al-Qur'an
4. Do'a minta keberkahan, allahumma barikli/bismillah
5. Utamakan yang halal tinggalkan yang haram/subhat: tidak jelas haram dan halalnya/meragukan
6. Berpagi-pagi dalam aktivitas, Allah akan memberikan keberkahannya

Jumat, 24 Januari 2014

17 CARA MENGHAPUS DOSA

Manusia pasti berbuat dosa dan pasti butuh ampunan Allah. Oleh karena itu Allah memberikan keutamaan dan kemurahan kepada hambaNya dengan mensyariatkan amalan-amalan yang dapat menghapus dosa disamping taubat. Sebagiannya dijelaskan dalam Al Qur’an dan sebagiannya lagi dalam Sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam.Diantaranya sebagai berikut:

1. Menyempurnakan wudhu dan berjalan ke masjid, sebagaimana disampaikan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

“Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang dapat menghapu dosa dan mengangkat derajat. Mereka menjawab: ya wahai rasululloh. Beliau berkata: menyempurnakan wudhu ketika masa sulit dan memperbanyak langkah kemasjid serta menunggu shalat satu ke shalat yang lain, karena hal itu adalah ribath” (HR Muslim dan Al Tirmidzi).

Juga dalam sabda beliau yang lain:

“Jika seseorang berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya kemudian berangkat sholat dengan niatan hanya untuk sholat, maka tidak melangkah satu langkah kecuali Allah angkat satu derajat dan hapus satu dosa” (HR. Al Tirmidzi).

2. Puasa hari Arafah dan A’syura’, dalilnya:

“Nabi Bersabda: Puasa hari Arafah saya berharap dari Allah untuk menghapus setahun yangsebelumnya dan setahun setelahnya dan Puasa hari A’syura saya berharap dari Allah menghapus setahun yang telah lalu” (HR. At Tirmidzi dan di-shahih-kan Al Albani dalam Shahih Al Jaami’ no. 3853)

3. Shalat tarawih di bulan Ramadhan, dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

“Siapa yang menegakkan romadhon (shalat tarawih) dengan iman dan mengharap pahala Allah maka diampunilah dosanya yang telah lalu” (Muttafaqun ‘Alaihi)

4. Haji yang mabrur, dengan dalil:

“Siapa yang berhaji lalu tidak berkata keji dan berbuat kefasikan maka kembali seperti hari ibunya melahirkannya” (HR. Al Bukhari)

dan sabda beliau:

“Haji mabrur balasannya hanyalah surga” (HR. Ahmad).

5. Memaafkan hutang orang yang sulit membayar, dengan dalil:

“Dari Hudzaifah beliau berkata Allah memanggil seorang hambaNya yang Allah karuniai harta. Maka Allah berkata kepadanya: Apa yang kamu kerjakan didunia?

Ia menjawab: Wahai Rabb kamu telah menganugerahkanku hartaMu lalu aku bermuamalah dengan orang-orang. Dan dahulu akhlakku adalah memaafkan, sehingga aku dahulu mempermudah orang yang mampu dan menunda pembayaran hutang orang yang sulit membayar. Maka Allah berfirman: Aku lebih berhak darimu maka maafkanlah hambaKu ini.”
(HR. Muslim).

6. Melakukan kebaikan setelah berbuat dosa, dengan dalil:

“Bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada, ikutilah kejelekan dengan kebaikan yang menghapusnya dan pergauli manusia dengan etika yang mulia” (HR Al Tirmidzi dan Ahmad dan dishohihkan Al Albani dalam Shohih Al Jaami’ no. 97.)

7. Memberi salam dan berkata baik, dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

“Sesungguhnya termasuk sebab mendapatkan ampunan adalah memberikan salam dan berkata baik” (HR Al Kharaithi dalam Makarim Al Akhlak dan di-shahih-kan Al Albani dalam Silsilah Al Ahadits Al Shahihah, no. 1035)

8. Sabar atas musibah dengan, dalil sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

“Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman: Sungguh Aku bila menguji seorang hambaKu yang mukmin, lalu ia memujiku atas ujian yang aku timpakan kepadanya, maka ia bangkit dari tempat tidurnya tersebut bersih dari dosa seperti hari ibunya melahirkannya.”

(HR Ahmad, dan dihasankan Al Albani dalam Silsilah Al Ahadits Al Shohihah no. 144).

9. Menjaga shalat lima waktu dan jum’at serta puasa Ramadhan, dengan dalil sabda Rasulullah:

“Sholat lima waktu dan jum’at ke jum’at dan Romadhon ke Romadhon adalah penghapus dosa diantara keduanya selama menjauhi dosa besar” (HR Muslim)

10. Mengumandangkan adzan, dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

“Seorang Muadzin diampuni dosanya sepanjang (gema) suaranya” (HR Ahmad dan dishohihkan Al Albani dalam Shahih AL Jaami’ no. 1929)

11. Shalat wajib, dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

“Bagaimana pendapat kalian seandainya ada sungai di pintu yang digunakan untuk mandi setiap hari lima kali, pa yang kalian katakan apakah tersisa kotorannya? Mereka menjawab: Tidak sisa sedikitpun kotorannya. Beliau bersabda: sholat lima waktu menjadi sebab Allah hapus dosa-dosa” (HR. Al Bukhari).

12. Memperbanyak sujud, dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

“Hendaklah kamu memperbanyak sujud kepada Allah, karena tidaklah kamu sekali sujud kepada Allah kecuali Allah mengangkatmu satu derajat dan menghapus satu kesalahanmu (dosa).”

(HR Muslim).

13. Shalat malam, dengan dalil:

“Hendaklah kalian sholat malam, karena ia adalah adat orang yang sholeh sebelum kalian dan amalan yang mendekatkan diri kepada Robb kalian serta penghapus kesalahan dan mencegah dosa-dosa” (HR Al Haakim, dan dihasankan Al Albani dalam Irwa’ Al Ghalil 2/199).

14. Berjihad dijalan Allah, dengan dalil:

“Semua dosa orang yang mati syahid diampuni kecuali hutang” (HR Muslim)

15. Mengiringi haji dengan umrah, dengan dalil:

“Iringi haji dengan umroh, karena mengiringi antara keduanya dapat menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana Al Kier (alat pembakar besi) menghilangkan karat besi” (HR Ibnu Majah dan dishohihkan Al Albani dalam Shohih Al Jaami’ no,2899)

16. Shadaqah, dengan dalil:

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

(QS. Al Baqarah: 271)

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pun bersabda:

“Shadaqah menghapus dosa seperti air memadamkan api” (HR Ahmad, Al Tirmidzi dan selainnya dan di-shahih-kan Al Al Bani dalam Takhrij Musykilat Al faqr no. 117)

17. Menegakkan hukum pidana sesuai syariat Islam, dengan dalil:

“Siapa saja yang melanggar larangan Allah kemudian ditegakkan padanya hukum pidana maka dihapus dosa tersebut” (HR Al Haakim dan dishohihkan Al Albani dalam Shahih Al Jaami’ no,2732)

Demikian sebagian penghapus dosa, mudah-mudahan penjelasan ini bermanfaat.

Sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/5153db7d7b12435d48000051/17-cara-menghapus-dosa

Kamis, 10 November 2011

Keutamaan Belajar Al Qur'an



Suatu sore menjelang malam alias magrib diri ini melangkahkan kaki untuk pulang ke rumah, entah mengapa rasa malas pulang itu hilang karena rasa itu biasanya menghinggapi diri ketika kegiatan di kampus selesai pada waktu magrib dan lebih memilih untuk menginap di kosan saudari saya atau mabit di suatu mesjid. Awalnya saya kira hanya saya yang merasakan perasaan seperti itu, eh ternyata saudari aktivis yang nggak nge-kos alias pulang pergi ke rumah juga merasakan hal yang sama.


Setelah rapat organisasi di kampus dan sholat magrib berjamaah, saya pun memulai perjalanan dengan jalan kaki dari gedung tempat berkuliah ke jalan utama tempat biasanya angkot nge-tem. Jalannya lumayan, dan sering sekali saya melewati jalan itu sendirian sehingga banyak hal yang terpikir dalam benak seperti pengibaratan jalan itu seperti jalan dakwah yang akan terasa sangat lelah apabila dilewati seorang diri atau jalan itu seperti kehidupan yang apabila dijalani seorang diri akan terasa hampa ^_^

Alhamdulillah setelah melewati jalan yang gelap yang diselimuti pepohonan dan gedung-gedung kampus yang menjulang saya pun tiba di tempat menaiki angkot, dan tidak lama kemudian angkot jurusan caheum-ledeng yang khas dengan cat hijau bergaris hitam pun muncul yang kemudian saya naiki. Di angkot terlihat beberapa sosok orang seperti dua orang ibu yang satu duduk dekat supir sedangkan yang satunya lagi duduk di pojok belakang dekat jendela, empat orang mahasiswa, seorang bapak yang duduk di sebelah supir dan tentunya supir yan mengendarai angkot tersebut. 

Pada awalnya mahasiswa yang duduk berdekatan dengan saya, saya kira adalah mahasiswa UPI yang sekampus dengan saya ternyata setelah saya berbincang dengan mereka, mereka adalah mahasiswa dari luar Jawa Barat yang menimba ilmu di salah satu politeknik di Bandung yang tersasar dari Jalan Asia Afrika ke daerah Ledeng. Mulanya saya membuka catatan kuliah untuk mengecek jawaban ujian tengah semester yang saya lalui pada siang tadi, lalu salah seorang dari mereka bertanya "teh, kuliahnya jurusan apa?" dan saya pun menjawab "teteh kuliah di UPI program studi Pendidikan Ilmu Komputer, kalian kuliah dimana?" orang yang tadi membuka pembicaraan pun menjawab "sama, kami kuliah di jurusan Manajemen Informatika pada salah satu politeknik di Bandung yang tersasar dari Jalan Asia Afrika ke daerah Ledeng, saya berasal dari Sumatera, teman saya yang ini berasal dari Sulawesi, yang ini berasal dari Papua, dan yang ini dari Jawa" lalu kami pun berbincang tentang kenapa mereka bisa tersasar dan ternyata mereka ketiduran serta tidak bertanya kepada siapapun.

Setelah perbincangan cukup lama, tiba-tiba salah satu dari mereka bertanya "teh sudah praktek mengajar atau mencoba mengajar belum?" kemudian saya pun menjawab "kalau di kampus belum, tapi teteh sudah menjadi pengajar qur'an alias guru ngaji", saya kaget karena mereka malah tertawa. Entah karena perasaan yang kurang baik atau apa, dalam hati jadi merasa disepelekan karena menjadi guru ngaji dan menyayangkan kenapa mereka seperti itu. 

Ya Rabb, apakah situasi dan kondisi pemuda islam kebanyakan seperti itu?


Padahal kalau mereka tahu keutamaan dari belajar dan mengajarkan Al Qur'an itu sebuah keutamaan yang luar biasa dan mereka tidak menyepelekannya.



Keutamaan Belajar Al Qur'an




خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .


“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.”

Masih dalam hadits riwayat Al-Bukhari dari Utsman bin Affan, tetapi dalam redaksi yang agak berbeda, disebutkan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,


إِنَّ أَفْضَلَكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .

“Sesungguhnya orang yang paling utama di antara kalian adalah yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.”

Dalam dua hadits di atas, terdapat dua amalan yang dapat membuat seorang muslim menjadi yang terbaik di antara saudara-saudaranya sesama muslim lainnya, yaitu belajar Al-Qur`an dan mengajarkan Al-Qur`an. Tentu, baik belajar ataupun mengajar yang dapat membuat seseorang menjadi yang terbaik di sini, tidak bisa lepas dari keutamaan Al-Qur`an itu sendiri. Al-Qur`an adalah kalam Allah, firman-firman-Nya yang diturunkan kepada Nabi-Nya melalui perantara Malaikat Jibril Alaihissalam. Al-Qur`an adalah sumber pertama dan acuan utama dalam ajaran Islam. Karena keutamaan yang tinggi inilah, yang membuat Abu Abdirrahman As-Sulami –salah seorang yang meriwayatkan hadits ini– rela belajar dan mengajarkan Al-Qur`an sejak zaman Utsman bin Affan hingga masa Al-Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi.

Hadis ini menunjukkan akan keutamaan membaca Alquran. Suatu ketika Sufyan Tsauri ditanya, manakah yang engkau cintai orang yang berperang atau yang membaca Alquran? Ia berkata, membaca Alquran, karena Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya kepada orang lain”. Imam Abu Abdurrahman As-Sulami tetap mengajarkan Alquran selama empat puluh tahun di mesjid agung Kufah disebabkan karena ia telah mendengar hadis ini. Setiap kali ia meriwayatkan hadis ini, selalu berkata: “Inilah yang mendudukkan aku di kursi ini”.

Al Hafiz Ibnu Katsir dalam kitabnya Fadhail Quran halaman 126-127 berkata: [Maksud dari sabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam "Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkan kepada orang lain" adalah, bahwa ini sifat-sifat orang-orang mukmin yang mengikuti dan meneladani para rasul. Mereka telah menyempurnakan diri sendiri dan menyempurnakan orang lain. Hal itu merupakan gabungan antara manfaat yang terbatas untuk diri mereka dan yang menular kepada orang lain.

Dari Abdullah bin Masud ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda kepadaku: Bacakan Alquran kepadaku. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, aku harus membacakan Alquran kepada baginda, sedangkan kepada bagidalah Alquran diturunkan? Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya aku senang bila mendengarkan dari orang selainku. Kemudian aku membaca surat An-Nisa'. Ketika sampai pada ayat yang berbunyi: {Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (umatmu).} Aku angkat kepalaku atau secara mendadak ada seseorang berada di sampingku. Dan ketika aku angkat kepalaku, aku melihat beliau mencucurkan air mata. Sahih Muslim No: 1332

Imam Nawawi berkata [Ada beberapa hal yang dapat dipetik dari hadis ini, di antaranya: sunat hukumnya mendengarkan bacaan Alquran, merenungi, dan menangis ketika mendengarnya, dan sunat hukumnya seseorang meminta kepada orang lain untuk membaca Al Quran agar dia mendengarkannya, dan cara ini lebih mantap untuk memahami dan mentadabburi Al Quran, dibandingkan dengan membaca sendiri].

“Orang yang membaca Al-Qur’an sedangkan dia mahir melakukannya, kelak mendapat tempat di dalam Syurga bersama-sama dengan rasul-rasul yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an, tetapi dia tidak mahir, membacanya tertegun-tegun dan nampak agak berat lidahnya (belum lancar), dia akan mendapat dua pahala.” (Riwayat Bukhari & Muslim)

“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti buah Utrujjah yang baunya harum dan rasanya enak. Perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma yang tidak berbau sedang rasanya enak dan manis. Perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur’an adalah seperti raihanah yang baunya harum sedang rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti hanzhalah yang tidak berbau sedang rasanya pahit.” (Riwayat Bukhari & Muslim)

“Sesunggunya Allah swt mengangkat derajat beberapa golongan manusia dengan kalam ini dan merendahkan derajat golongan lainnya.” (Riwayat Bukhari & Muslim)

“Bacalah Al-Qur’an karena dia akan datang pada hari Kiamat sebagai juru syafaat bagi pembacanya.” (Riwayat Muslim)

“Tidak bisa iri hati, kecuali kepada dua seperti orang: yaitu orang lelaki yang diberi Allah swt pengetahuan tentang Al-Qur’an dan diamalkannya sepanjang malam dan siang; dan orang lelaki yang dianugerahi Allah swt harta, kemudian dia menafkahkannya sepanjang malam dan siang.” (Riwayat Bukhari & Muslim)

Rasulullah saw bersabda, Allah berfirman: “Barangsiapa disibukkan dengan mengkaji Al-Qur’an dan menyebut nama-Ku, sehingga tidak sempat meminta kepada-KU, maka Aku berikan kepadanya sebaik-baik pemberian yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta. Dan keutamaan kalam Allah atas perkataan lainnya adalah seperti, keutamaan Allah atas makhluk-Nya. (Riwayat Tirmidzi)

“Sesungguhnya orang yang tidak terdapat dalam rongga badannya sesuatu dari Al-Qur’an adalah seperti rumah yang roboh.” (Riwayat Tirmidzi)

“Dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an, bacalah dan naiklah serta bacalah dengan tartil seperti engkau membacanya di dunia karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.” (Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’I)

“Barangsiapa membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya, Allah memakaikan pada kedua orang tuanya di hari kiamat suatu mahkota yang sinarnya lebih bagus dari pada sinar matahari di rumah-rumah di dunia. Maka bagaimana tanggapanmu terhadap orang yang mengamalkan ini.” (Riwayat Abu Dawud)

Abdul Humaidi Al-Hamani, berkata: “Aku bertanya kepada Sufyan Ath-Thauri, manakah yang lebih engkau sukai, orang yang berperang atau orang yang membaca Al-Qur’an?” Sufyan menjawab: “Membaca Al-Qur’an. Karena Nabi saw bersabda. ‘Orang yang terbaik di antara kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”

Maksud dari belajar Al-Qur`an di sini, yaitu mempelajari cara membaca Al-Qur`an. Bukan mempelajari tafsir Al-Qur`an, asbabun nuzulnya, nasikh mansukhnya, balaghahnya, atau ilmu-ilmu lain dalam ulumul Qur`an. Meskipun ilmu-ilmu Al-Qur`an ini juga penting dipelajari, namun hadits ini menyebutkan bahwa mempelajari Al-Qur`an adalah lebih utama. Mempelajari Al-Qur`an adalah belajar membaca Al-Qur`an dengan disertai hukum tajwidnya, agar dapat membaca Al-Qur`an secara tartil dan benar seperti ketika Al-Qur`an diturunkan. Karena Allah dan Rasul-Nya sangat menyukai seorang muslim yang pandai membaca Al-Qur`an. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ . (متفق عليه)


“Orang yang pandai membaca Al-Qur`an, dia bersama para malaikat yang mulia dan patuh. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur`an dengan terbata-bata dan berat melafalkannya, maka dia mendapat dua pahala.” (Muttafaq Alaih)


Dan dalam Al-Qur`an disebutkan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk membaca Al-Qur`an dengan tartil,

ورتل القرءان ترتيلا . (المزمل : (4)


“Dan bacalah Al-Qur`an dengan setartil-tartilnya.” (Al-Muzzammil: 4)

Adapun maksud dari mengajarkan Al-Qur`an, yaitu mengajari orang lain cara membaca Al-Qur`an yang benar berdasarkan hukum tajwid. Sekiranya mengajarkan ilmu-ilmu lain secara umum atau menyampaikan sebagian ilmu yang dimiliki kepada orang lain adalah perbuatan mulia dan mendapatkan pahala dari Allah, tentu mengajarkan Al-Qur`an lebih utama. Bahkan ketika Sufyan Ats-Tsauri ditanya, mana yang lebih utama antara berjihad di jalan Allah dan mengajarkan Al-Qur`an, dia mengatakan bahwa mengajarkan Al-Qur`an lebih utama. Ats-Tsauri mendasarkan pendapatnya pada hadits ini.


Namun demikian, meskipun orang yang belajar Al-Qur`an adalah sebaik-baik orang muslim dan mengajarkan Al-Qur`an kepada orang lain juga sebaik-baik orang muslim, tentu akan lebih baik dan utama lagi jika orang tersebut menggabungkan keduanya. Maksudnya, orang tersebut belajar cara membaca Al-Qur`an sekaligus mengajarkan kepada orang lain apa yang telah dipelajarinya. Dan, dari hadits ini juga dapat dipahami, bahwa orang yang mengajar Al-Qur`an harus mengalami fase belajar terlebih dahulu. Dia harus sudah pernah belajar membaca Al-Qur`an sebelumnya. Sebab, orang yang belum pernah belajar membaca Al-Qur`an, tetapi dia berani mengajarkan Al-Qur`an kepada orang lain, maka apa yang diajarkannya akan banyak kesalahannya. Karena dia mengajarkan sesuatu yang tidak dia kuasai ilmunya.


Sumber: